Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL – Warga RT 07/ RW 03 dan RT 08/03 Kelurahan Panggung, mengeluhkan sengketa tanah mereka dengan PT KAI.

Mereka mendatangi kantor Plt Walikota Tegal, Nursholeh, untuk meminta jalan keluar terkait permasalahan dengan PT KAI, Rabu (6/12/2017).

Nursholeh mengatakan pihaknya akan melakukan kajian lebih mendalam terkait permasalahan ini.

“Jika warga dirugikan, pemerintah tidak akan tinggal diam. Pemerintah akan menggandeng pihak yang kompeten untuk mengkaji lebih jauh masalah ini,” tutur Nursholeh.

Koordinator warga, Agus Slamet menerangkan, jika ia menyambut niat baik pemerintah untuk melakukan kajian lebih dalam.

Agus Slamet dalam kesempatan itu juga menerangkan pada tahun 2014 mengenai sengketa tanah sudah pernah dirapatkan dengan PT KAI dan DPRD Kota Tegal sebagai mediator.

“Kami ingin ada jalan keluar. Kala itu PT KAI mengakui lupa mendaftarkan hak konversi tanah eigendom,” tutur Agus Slamet.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan Pemkot Tegal,  Imam Badarudin mengatakan tidak hanya rumah warga, tetapi ada dua sekolah yang terkena dampak.

Dua sekolah yakni SMA Negeri 1 dan SMP Negeri 1 Kota Tegal.

“Ya kami inginkan posisi pemerintah Kota Tegal lebih kuat terkait kepemilikan sertifikat SMA 1 dan SMP 1 Kota Tegal yang dipersoalkan oleh PT KAI,” tutur Imam.

Baca: DPR Setujui Mantan Danlanud Adi Soemarmo Solo Menjadi Panglima TNI

Pengusahaan Aset Wilayah Kota Tegal PT KAI Daop Empat, Dwi Joko, menjelaskan jika ada puluhan rumah di Panggung yang menempati wilayah PT KAI.

“Berdasarkan data ada lima warga untuk RT 07/ RW 03, RT 08/ RW 03 yang menempati wilayah PT KAI di Kelurahan Panggung, Tegal Timur, Kota Tegal,” begitu tutur Dwi Agus kepada Tribunjateng.com, Kamis (7/12/2017).

Joko lebih mengungkapkan tentang sejarah tanah di Panggung alih-alih mengenai sertifikat SMA 1 dan SMP 1 Tegal sebab berkas-berkasnya sudah dikirim ke PN Semarang.(*)



Source link

قالب وردپرس