TRIBUNJATENG.COM – Perdana Menteri Inggris Theresa May melontarkan tuduhan berat kepada Rusia terkait dugaan campur tangan negara itu dalam sejumlah pemilihan umum, termasuk pemilu Inggris Juni lalu serta beberapa operasi spionase siber.

Berbicara pada jamuan makan malam di London, May menyebut Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin berupaya “merusak prinsip masyarakat bebas.”

May menuding Rusia menyebarkan beragam berita bohong untuk “memicu perselisihan di antara negara-negara Barat”.

May menegaskan, meskipun tidak ingin terus-menerus berkonfrontasi dengan Rusia, Inggris akan melindungi seluruh kepentingan nasionalnya.

Pernyataan May tersebut bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengatakan bahwa iamempercayai bentahan Putin atas dugaan intervensi Rusia pada pemilihan presiden AS tahun 2016.

Adapun, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia, Desember mendatang.

May mengatakan, Putin kini harus mengambil kebijakan berbeda dengan kebijakan beberapa waktu lalu saat Rusia menganeksasi Krimea yang memicu konflik di Ukraina atau saat melancarkan serangan siber ke beberapa pemerintahan dan parlemen di Eropa.

May menuturkan hal itu ketika menyampaikan pidato kebijakan luar negeri Inggris di Mansion House di London.

Rusia, kata May, dapat menjadi kolega penting negara-negara Barat jika “bertindak dalam kaidah dan aturan yang berlaku”.

“Rusia secara terus-menerus melanggar kedaulatan udara beberapa negara Eropa serta menggelar operasi spionase dan perusakan siber yang berkelanjutan.”



Source link

قالب وردپرس