TRIBUNJATENG.COM – Amerika Serikat mundur dari organisasi kebudayaan PBB, UNESCO, setelah menilai bahwa lembaga tersebut antara lain ‘anti terhadap Israel‘.

Kementerian Luar Negeri di Washington mengatakan hari Kamis (12/10/2017) bahwa UNESCO memerlukan ‘reformasi fundamental’.

Juru bicara Kemenlu AS, Heather Nauert, mengatakan pemerintah AS mengambil keputusan ini setelah melalui pertimbangan yang sangat mendalam.

“Ini mencerminkan kekhawatiran pemerintah Amerika… UNESCO perlu melakukan reformasi fundamental,” kata Nauert.

Dikatakan pula, setelah mundur maka Amerika Serikat -yang dikenal sebagai salah satu pendiri UNESCO– akan berperan sebagai negara pemantau.

Berdasarkan peraturan UNESCO, pengunduran diri AS dimulai pada Desember 2018 dan hingga periode ini AS tetap menjadi anggota penuh dan akan mengirim iuran anggota sebesar US$80 juta atau Rp1 triliun per tahun.

Direktur UNESCO, Irina Bokova, mengatakan pihaknya menyesalkan keputusan pemerintah AS.

“Ketika konflik menghancurkan komunitas di berbagai belahan dunia, sangat disayangkan Amerika memutuskan menarik diri dari lembaga PBB yang mempromosikan perlunya perlindungan bagi kebudayaan-kebudayaan yang terancam,” kata Bokova.

Israel ‘marah’
“Ini adalah kerugian besar bagi keluarga besar PBB,” imbuh Bokova.

Washington memangkas kontribusi finansial terhadap UNESCO setelah organisasi yang berpusat di Paris ini memasukkan Otorita Palestina sebagai anggota secara penuh pada 2011.



Source link

قالب وردپرس